As a student majoring in agriculture, the complaint states existing facilities in the agriculture department,
on campus II. Hotspots
are rarely connect
(slow) makes students uncomfortable on campus to study, work on assignments
or place. Then
praying inadequate facilities make students
who want to worship had to queue up for hours because the mosque is
too narrow and slums. Also on facility wudlu dirty
Rector attention not
get to the issue, which knows only the
signature signatures money
money. Fast or slow
hotspots at the
farm in good repair and make good money mosque
students not to
facilities Rector
Rabu, 11 Desember 2013
Senin, 02 Desember 2013
UST Sistim yang sangat diktator
![]() | |
| tanggalnya berjalan |
Sistim kediktaktoran adalah apabila hukum yang
berlaku di suatu kampus bersumber dari satu orang atau dari sekelompok orang
tertentu maka Konsekuensinya hukum akan tunduk kepada kepentingan sekelompok
elit pembutnya Akibatnya mahasiswa akan tertindas contohnya adalah kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta
yang sekarang ini menjadikan sistim Taman siswa menjadi sistim kerajaan.
Hukum
yang berlaku di suatu kampus bersumber pada seorang Rektor yang berkolusi
dengan kekuasaaan, padahal kenyataan kekuasaan banyak membuat keputusan menjadi
kebenaran untuk semua tindakan setan kantong. Pada umunya keputusan adalah
kepentinggan sendiri kemudian mengatas namakan untuk kebaikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Kemudian
para pejabat UST menyatakan bahwa hukum yang dibuat tidak mungkin salah (can do to no wrong) karna berasal dari
keputusan musayawarah kesepakatan bersamana antara idlis, setan, dan manusia.
Menentang keputusan tersebut siasia dan bahkan termasuk dosa melawan keputusan
kerajaan taman siswa.
PEMIMPIN
DIKTATOR
Kepemimpinan
itu tunggal dan tidak ada pembagian kekuasaan apakah itu tidak mengarah kepada
kediktatoran jabawanya tidak sebab
kediktatoran Universitas Sarjanawiyata
Tamansiswa (UST) itu hanya terjadi jika kekuasaan dan kedaulatan itu menyatu
menjadi hak Reckor orang atau sekelompok penguasa elil monoritas pejabat UST
maupun Dekan. Tidak adanya pemisah antara pengguasa UST dan pemimpin unit-unit
UST sehingga kedaulatan dan kekuasaan akan menjadi kediktatotan, seharusnya
masukan para mahasiswa diterima sebelum mengambil keputusan, apa bila keputusan
sudah ditetapkan di kemudian hari ada permasalahan dalam keputusan seharusnya
ditinjau ulang kembali, guns untuk kepentinggan mahasiswa bukan merugikan
mahasiswa dengan mencuti paksa 210 Orang dan Rp.350.000 untuk saku para setan
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
(UST) apa benar coba diteliti sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)
